Bogor — Cara generasi muda mengonsumsi informasi telah bergeser secara radikal. Sebuah data infografis terbaru mengenai “Tren Preferensi Konsumsi Media Mahasiswa Gen Z Tahun 2026” menunjukkan bahwa platform video pendek kini mendominasi mutlak sebagai sumber berita utama bagi kalangan mahasiswa.Berdasarkan data yang tercantum dalam diagram, sebanyak 65% mahasiswa Gen Z lebih memilih platform video pendek seperti TikTok dan Instagram Reels untuk mendapatkan informasi.
Format visual yang cepat, padat, dan dipadukan dengan algoritma yang dipersonalisasi disinyalir menjadi alasan utama mengapa platform ini begitu digandrungi dibandingkan media konvensional.Sementara itu, media berita daring (online/web) yang terverifikasi berada di posisi kedua dengan persentase 20%. Meskipun tidak setinggi video pendek, platform web masih mempertahankan pasarnya di kalangan mahasiswa yang mencari kedalaman informasi atau konfirmasi atas isu-isu tertentu.
Hal menarik terlihat pada konsumsi media sosial berbasis teks seperti X (sebelumnya Twitter) dan Threads, yang hanya mengantongi angka 10%. Platform yang dulunya menjadi pusat perbincangan real-time ini tampaknya mulai kalah saing dengan visualisasi dinamis yang ditawarkan oleh konten video.Pergeseran ini menjadi alarm keras bagi industri media konvensional. Data pada diagram menunjukkan bahwa media televisi dan cetak (koran/majalah) berada di posisi paling buncit dengan angka yang sangat minim, yakni hanya 5%. Angka ini menegaskan bahwa metode penyampaian berita searah dan kaku sudah mulai ditinggalkan oleh generasi yang lahir di era digital.
Fenomena ini menjadi tantangan besar sekaligus peluang. Di satu sisi, dominasi video pendek memicu tantangan baru terkait maraknya penyebaran hoaks dan disinformasi akibat durasi video yang terbatas. Namun di sisi lain, hal ini menuntut para jurnalis dan pembuat kebijakan informasi untuk lebih kreatif dalam mengemas berita yang berbobot agar tetap menarik di mata Gen Z.
Kania Andria
A230423

