Oleh : Luthfi Muhamad Abduh
Yogyakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi mengeluarkan pernyataan sikap terkait perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah yang kian memanas. Dalam surat bernomor 16/PER/I.0/B/2026 tersebut, Muhammadiyah menyampaikan keprihatinan mendalam atas jatuhnya korban jiwa, termasuk pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei, yang disebut menjadi sasaran serangan dalam eskalasi konflik terbaru.
Dalam pernyataannya, Muhammadiyah mengecam keras berbagai bentuk serangan yang terjadi, khususnya yang dinilai melanggar hak asasi manusia dan hukum internasional. Organisasi ini menilai tindakan tersebut juga mencerminkan pengabaian terhadap keputusan-keputusan yang telah ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Oleh karena itu, Muhammadiyah mendesak adanya langkah tegas dari komunitas internasional untuk menegakkan keadilan.
Lebih lanjut, Muhammadiyah mendorong PBB dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk segera mengambil tindakan konkret guna menghentikan kekerasan dan mencegah meluasnya konflik. Upaya tersebut dinilai penting agar ketegangan antarnegara, khususnya di kawasan Timur Tengah, tidak semakin memburuk dan berdampak lebih luas.
Selain itu, Muhammadiyah juga mengimbau negara-negara di kawasan, termasuk Iran dan negara-negara Arab, untuk menahan diri dan mengedepankan dialog. Jalur diplomasi dianggap sebagai solusi utama dalam menyelesaikan konflik secara damai dan berkelanjutan, dibandingkan dengan pendekatan militer yang berisiko memperparah situasi.
Di akhir pernyataannya, Muhammadiyah mengajak seluruh elemen global, mulai dari pemerintah, lembaga internasional, tokoh agama, hingga masyarakat luas, untuk bersama-sama menciptakan perdamaian dan keadilan dunia. Organisasi ini juga menegaskan pentingnya menolak segala bentuk tindakan sewenang-wenang yang dapat merusak tatanan peradaban dan kemanusiaan.